Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Mengatur ide yang berserakan

Gambar
Sering nggak sih kamu kehilangan ide? Tiba-tiba kepikiran ide yang oke banget, eh… beberapa waktu kemudian malah lupa karena nggak dicatat. Aku sering banget ngalamin itu. Dan jujur aja, bawa buku catatan tuh jadi hal terakhir yang kepikiran kalau mau pergi-pergi. Yang pasti dibawa sih hape—udah kayak barang wajib yang nggak boleh ketinggalan. Padahal sayang banget kan kalau ide-ide bagus itu akhirnya hilang begitu aja. Soalnya, seringkali ide-ide itu muncul justru sebagai jawaban dari masalah yang selama ini kita pikirin. Makanya, beberapa waktu lalu aku iseng bikin aplikasi buat nyatet ide langsung di hape. “Kenapa sih repot-repot bikin aplikasi? Kan bisa aja nyatet di WhatsApp atau pakai aplikasi catatan/todo list yang udah banyak di Playstore?” Nah, ini dia masalahnya. Dari sekian banyak aplikasi yang aku coba, belum ada yang bener-bener sesuai sama kebutuhanku. Aku butuh aplikasi yang bukan cuma bisa nyimpen nama ide atau to-do list, tapi juga: Bisa nyimpen link ke project-nya...

SPMB Sekolah Maung Jawa Barat 2026

Revolusi Pendidikan Tanpa Zonasi? Dibuat menggunakan sistem riset otomatis untuk informasi publik | 23 Mei 2026 | Sumber: Medcom.id Apa yang Terjadi? Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk program unggulan "Sekolah Maung" (Manusia Unggul) Tahun Ajaran 2026/2027. Tak seperti SPMB reguler yang masih mempertahankan jalur zonasi , Sekolah Maung hanya menerima siswa melalui jalur prestasi murni -- tanpa mempertimbangkan domisili sama sekali. ( Medcom.id ) Sebanyak 41 SMA/SMK (28 SMA dan 13 SMK) di Jawa Barat ditunjuk sebagai sekolah percontohan. Enam jurusan strategis ditawarkan: Teknologi Informasi, Otomotif, Pertanian, Olahraga, Elektro, dan Kelautan. Program ini digadang-gadang sebagai pilot project transformasi pendidikan menengah di Indonesia. ( Kompas.com - Bandung ) Latar Belakang: Mengapa "Sekolah Maung"? Konsep "Manusia Unggul" lahir dari ke...

H-3 Pengumuman UTBK SNBT 2026: 832 Ribu Peserta Berebut 236 Ribu Kursi PTN

H-3 Pengumuman UTBK SNBT 2026: 832 Ribu Peserta Berebut 236 Ribu Kursi PTN H-3 Pengumuman UTBK SNBT 2026: 832 Ribu Peserta Berebut 236 Ribu Kursi PTN, Apa Artinya bagi Pendidikan Tinggi Indonesia? 23 Mei 2026 | Sumber: Kompas.com, SNPMB | Oleh: Fiona Yasmin, S.Pd SD Analisis Khusus: Ujian Masuk Perguruan Tinggi di Persimpangan Akuntabilitas dan Keadilan Latar Belakang Pada Senin, 25 Mei 2026 pukul 15.00 WIB , pengumuman hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 akan resmi dirilis. Ini adalah momen yang dinanti-nantikan oleh 832.456 peserta yang telah mendaftar dan mengikuti ujian sejak awal tahun. Sumber: Kompas.com Namun di balik euforia pengumuman ini, ada satu kenyataan pahit yang perlu kita pahami bersama: dari 832.456 peserta yang berlomba, hanya 236.462 kursi yang tersedia di 85 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk jalur SNBT 2026. Artinya, rasio persaingan mencapai 3,5:1 — setiap 3-4 peserta hanya satu yang berhasil l...

Kuasa Platform di Era Digital: Ketika Algoritma Mengatur Komunikasi Kita

Kuasa Platform di Era Digital: Ketika Algoritma Mengatur Komunikasi Kita 23 Mei 2026 | Sumber: Kompas.com Edu "Algoritma bukan lagi sekadar sistem di balik layar digital. Lebih dari itu, ia ikut membentuk cara kita berkomunikasi, menerima informasi, dan membangun relasi di ruang digital." -- Diskoma UGM, @diskoma.ugm Apa yang Terjadi? Program Diskusi Komunikasi Magister (Diskoma) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan forum diskusi daring ke-29 bertajuk "Kuasa Platform di Era Digital: Ketika Algoritma Mengatur Komunikasi" pada Jumat, 22 Mei 2026. Forum ini menghadirkan Pratiwi Utami, Ph.D (Dosen Ilmu Komunikasi UGM) dan Siska Handiska (Founder dan Creative Lead) sebagai pembicara, dengan moderator Lintang Shabrina. Yang menarik, forum ini membedah hasil disertasi Janoe Arijanto tentang bagaimana algoritma "menyetir" cara kita berkomunikasi saat ini. Bukan sekadar obrolan akademik biasa -- ini adalah pengakuan bahwa sesuatu yan...

Cara Baca Nilai TKA 2026 Jenjang SD, SMP, SMA dan SMK: Akhir dari Zaman Ujian Nasional?

Cara Baca Nilai TKA 2026 Jenjang SD, SMP, SMA dan SMK: Akhir dari Zaman Ujian Nasional? 23 Mei 2026 | Sumber: Kompas.com | Oleh: Fiona Yasmin, S.Pd SD Analisis Khusus: Tes Kemampuan Akademik sebagai Wajah Baru Asesmen Nasional Latar Belakang Pada Jumat, 22 Mei 2026, akun Instagram resmi @litbangdikbud mengumumkan tata cara membaca hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK tahun 2026. Pengumuman nilai TKA untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan pada 26 Mei 2026 , hanya tinggal beberapa hari lagi. Sumber: Kompas.com TKA adalah sistem asesmen baru yang diperkenalkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai bagian dari transformasi sistem evaluasi pendidikan nasional. Sistem ini menggantikan peran Ujian Nasional (UN) yang dihapus sejak 2021, dan kemudian digantikan sementara oleh Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). TKA hadir dengan format yang lebih terstruktur dan cakupan yang lebih luas, mencakup semua jenjang dari SD...

Gerakan Seniman Masuk Sekolah 2026

Menyulam Karakter Bangsa Lewat Pendidikan Seni . Dibuat oleh sistem riset otomatis untuk keperluan informasi publik | 23 Mei 2026 Sumber: Medcom.id | gsms.kemenbud.go.id Apa yang Terjadi? Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI secara resmi membuka pendaftaran program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) 2026 pada 18 Mei hingga 1 Juni 2026. Program ini mengundang para seniman dari sembilan kategori seni untuk mengajar langsung di sekolah-sekolah — mulai dari SD, SMP, SMA/SMK, hingga SLB — melalui kegiatan ekstrakurikuler. Seleksi akan berlangsung pada 2-4 Juni 2026, dan pengumuman seniman yang lolos dijadwalkan pada 8 Juni 2026. Diinisiasi pertama kali pada 2017 oleh Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid , GSMS lahir dari keprihatinan mendalam: mayoritas sekolah di Indonesia tidak memiliki guru seni budaya yang kompeten. Banyak guru mata pelajaran lain — olahraga, agama, bahkan guru kelas — terpaksa merangkap menjadi guru seni. Akibatnya...

Smartboard AI Mulai Masuk Sekolah Indonesia

Smartboard AI Mulai Masuk Sekolah Indonesia: Revolusi atau Sekadar Gimik? . Dibuat oleh sistem riset otomatis untuk keperluan informasi publik — 22 Mei 2026 Jakarta – PT ASIX Indonesia Cerdas (ASIX) baru saja mengumumkan kerja sama dengan Promethean EDXIS , perusahaan teknologi pendidikan global asal Inggris, untuk menghadirkan smartboard berbasis kecerdasan buatan (AI) ke sekolah-sekolah Indonesia. Kolaborasi yang telah berjalan sejak Juni 2025 ini menjanjikan sistem pembelajaran digital modern yang terintegrasi — lengkap dengan fitur keamanan, akses offline, dan kemampuan AI. Tapi pertanyaannya: apakah ini benar-benar solusi untuk masalah pendidikan Indonesia, atau sekadar produk mahal yang akan berdebu di sudut kelas? Sumber: Republika.co.id | Selular.id | SWA.co.id Apa Itu Smartboard AI dari ASIX-Promethean? Smartboard ini bukan sekadar papan tulis digital biasa. Ini adalah sistem ekosistem pembelajaran terintegrasi yang terdiri dari: P...